Jadwal Ideal Pemeriksaan Mata Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Sebagai orang tua, memastikan kesehatan mata anak adalah salah satu prioritas utama. Mata yang sehat tidak hanya menunjang aktivitas sehari-hari, tetapi juga memegang peranan krusial dalam proses belajar dan perkembangan mereka. Sayangnya, anak-anak sering kali tidak menyadari atau tidak mampu mengungkapkan jika mereka mengalami masalah penglihatan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata rutin menjadi kunci untuk mendeteksi dini gangguan penglihatan.
"Deteksi dini adalah hal terpenting dalam menjaga kesehatan mata anak. Banyak masalah penglihatan, seperti mata malas atau rabun, dapat ditangani dengan sukses jika ditemukan pada usia yang sangat muda," ujar dr. Miftahul Akhyar Latief, Ph.D, Sp.M, M.Kes.
Berikut adalah jadwal pemeriksaan mata ideal yang direkomendasikan bagi anak, serta gejala yang harus diwaspadai oleh orang tua: Jadwal Pemeriksaan Mata Anak yang Direkomendasikan:
- Bayi Usia 0-1 Tahun:
- 72 jam setelah lahir: Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kelainan fisik yang jelas pada mata.
- Usia 6-8 minggu: Pemeriksaan fisik lanjutan untuk memantau perkembangan mata.
- Usia 6 bulan: Pemeriksaan mata komprehensif pertama kali direkomendasikan untuk memastikan mata berkembang normal.
- Balita Usia 1-3 Tahun:
- Lakukan pemeriksaan lanjutan jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penglihatan anak.
- Dokter akan memeriksa kemampuan anak untuk mengikuti objek, menilai fokus, dan mendeteksi tanda-tanda mata malas (lazy eye).
- Anak Usia Pra-sekolah (3-5 tahun):
- Pemeriksaan mata secara menyeluruh direkomendasikan pada usia ini, idealnya sebelum masuk sekolah.
- Pada tahap ini, anak sudah dapat berpartisipasi dalam tes skrining penglihatan untuk menilai ketajaman visual.
- Anak Usia Sekolah (6-18 tahun):
- Setelah usia 5 tahun, pemeriksaan mata rutin disarankan setiap 1-2 tahun sekali atau sesuai anjuran dokter mata, terutama jika anak sudah menggunakan kacamata atau memiliki riwayat keluarga dengan masalah penglihatan.
Gejala yang Mengharuskan Anda Segera ke Dokter Mata:
Meskipun sudah mengikuti jadwal rutin, segera bawa anak ke dokter mata jika Anda menemukan gejala berikut:
- Sering mengeluh sakit kepala, mata tegang, atau pandangan ganda.
- Menyipitkan mata, memiringkan kepala, atau menutup satu mata saat melihat objek tertentu.
- Kesulitan melihat objek jarak jauh (misalnya papan tulis di kelas).
- Sering membaca buku atau menonton TV dari jarak yang sangat dekat.
- Mata terlihat juling atau tidak sejajar.
"Jangan pernah menunda pemeriksaan mata jika Anda melihat tanda-tanda yang mencurigakan. Semakin cepat masalah terdeteksi, semakin besar peluangnya untuk diperbaiki dan mencegah dampak jangka panjang pada penglihatan anak," tegas dr. Miftahul Akhyar Latief, Ph.D, Sp.M, M.Kes.
Frequently Asked Questions
1. Kapan waktu yang ideal untuk pemeriksaan mata anak pertama kali?
Waktu yang ideal adalah saat anak berusia 6 bulan. Pemeriksaan dini ini bertujuan untuk memastikan mata anak tumbuh dan berkembang secara normal.
2. Bagaimana pemeriksaan mata pada anak-anak dilakukan?
Pemeriksaan pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Dokter mata akan menggunakan alat khusus seperti oftalmoskop untuk melihat kondisi bagian dalam mata. Mereka juga akan mengamati respons anak terhadap cahaya dan objek untuk menilai penglihatannya.
3. Bagaimana indikator penglihatan normal pada anak?
Indikatornya berbeda sesuai usia. Penglihatan anak usia 4 tahun umumnya 20/40, lalu meningkat menjadi 20/30 pada usia 5 tahun. Penglihatan normal untuk usia di atas 6 tahun adalah 20/25 atau lebih baik.
4. Apakah masalah penglihatan pada anak dapat memengaruhi nilai akademik?
Ya. Masalah penglihatan yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan anak kesulitan membaca, menulis, atau melihat papan tulis. Ini bisa memengaruhi konsentrasi dan prestasi akademiknya di sekolah.
tags : Klinik Mata Pusat Pelayanan Kesehatan Mata Pemeriksaan Mata Anak